Retorika modern

Ilmu komunikasi jurnalistik, penulisan artikel



Sejarah perkembangan retorika


Uraian sistematis retorika yang pertama diletakkan oleh orang Syracuse, sebuah koloni Yunani di Pulau Sicilia. Masih di Pulau Sicilia, tetapi di Agrigentum, hidup Empedocles (490-430 SM), filsof, mistikus, politisi, dan sekaligus orator.

Duel antara dua dictator itu telah dikaji sepanjang sejarah. Inilah buah pendidikan yang dirintis oleh kaum Sophis. Tetapi ini juga yang membentuk citra negative tentang kaum Sophis. Plato menjadikan Gorgias dan Socrates sebagai contoh retorika yang palsu dan retorika yang benar, atau retorika yang berdasarkan pada Sophisme dan retorika yang berdasarkan pada filsafat.

Retorika zaman romawi


Orang-orang Romawi selama dua ratus tahun setelah De Arte Rhetorica tidak menambahkan apa-apa yang berarti bagi perkembagan mereka. Buku Ad Herrenium, yang ditulis dalam bahaa Latin kira0kira 100 SM, hanya mensistematiskan dengan cara Romawi warisan retorika gaya Yunani. Orang-orang Romawi bahkan hanya mengambil segi-segi praktisnya saja.

Retorika abad pertengahan


Sejak zaman Yunani sampai zaman Romawi, retorika selalu berkaitan dengan kenegarawan. Abad pertengahan sering disebut abad kegelapan, juga buat retorika. Ketika agama Kristen berkuasa, retorika dianggap sebagai kesenian jahiliyah. Satu abad kemudian, di Timur muncul peradaban baru. Balaghah menjadi disiplin ilmu yang menduduki status yang mulia dalam peradaban Islam. Tetapi, warisan retorika Yunani, yang di campakkan di Eropa Abad Pertengahan, dikaji dengan tekun oleh para ahli balaghah.

Retorika modern


Abad Pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400-1400). Di Eropa, selama periode panjang itu, warisan peradaban Yunani diabaikan. Pertemuan orang Eropa dengan Islam – yang menyimpan dan mengembangkan khazanah Yunani – alam Perang Salib menimbulkan Renaissance yang mengantarkan kita kepada retorika modern. Yang membangun jembatan, menghubungkan Renaissance dengan retorika modern adalah Roger Bacon (1214-1219).

Rakhmat, Jalaluddin. 2012. Retorika Modern. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Related Post



Posting Komentar