Berjualan jagung untuk bantu biaya sekolah

Ilmu komunikasi jurnalistik, penulisan feature


Setiap harinya sepulang sekolah, Yosep dan Randy selalu berkeliling untuk menjual jagung dagangan mereka. Yosep dan Randy yang saat ini berumur 12 tahun dan hanya beda beberapa bulan saja. Mereka rela berjualan jagung demi membantu orang tuanya untuk membiayai sekolah mereka. Mereka sudah berjualan jagung sejak kelas 2 SD.

Sekarang ini Yosep duduk di bangku kelas 5 SD, sedangkan Randy duduk di bangku kelas 6 SD. Mereka bersekolah di SD Negeri Cibiru. Mereka memiliki seorang kakak bernama Tina yang saat ini berumur 16 tahun dan sedang duduk di bangku kelas 10 atau kelas 1 SMA. Selain itu mereka juga memiliki seorang adik perempuan yang bernama Celsi yang masih berumur 4 bulan.

Ayah mereka bapak Rohman yang berumur 40 tahun, seharinya-harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Dan ibunya Sri Puji Astuti yang saat ini berumur 38 tahun hanyalah seorang pembungkus kerupuk. Upah kedua orang tua mereka tidaklah seberapa. Hanya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, dan itupun dirasa masih kurang.

Rumah mereka berada di jalan Cipadung 3, gang Ataqwa RT. 03 / RW. 13, Cibiru, Bandung Timur. Di rumah itu mereka tinggal ber-enam dengan ayah, ibu, kakak, dan uga adiknya. Meskipun tidak terlalu besar, namun mereka masih bersyukur bisa tinggal di dalam rumah dan tidak tinggal di pinggir-pinggir jalan.

Meskipun begitu, Yosep, Randy, dan Tina masih bisa bersekolah. Yosep dan Randy setiap harinya selalu berjualan berkeliling di sekitaran kampus UIN Sunan Gunung Djati untuk berjualan jagung keliling. Tida hanya itu, merea juga berjualan di sekitar jalan Cipadung dan jalan Manisi.

Jagung-jagung yang mereka jual seharga Rp.2000 dan setiap harinya mereka selalu menjual 80 buah. Dan itupun tidak setiap hari jagung yang mereka jual habis dan dibeli orang. Jagung-jagung yang mereka dapatkan itu adalah jagung yang berasal dari kebun pamannya. Mereka hanyalah membantu menjualkannya saja.

Setiap harinya mereka selalu di beri upah Rp. 20.000 dan itupun harus dibagi dua. Mereka hanya mengambil masig-masing Rp. 2.500 untuk uang jajannya setiap hari, sedangkan sisa uangnya mereka berikan kepada ibu mereka untuk membantu kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah mereka.

Ibu mereka hanya mendapatkan upah Rp. 15.000 setiap harinya. Terkadang ibu mereka sering membawa pulang kerupuk-kerupuk untuk dijadikan lauk makan mereka. Upah ayahnya yang tidak setiap hari membuat keluarga mereka haruslah bekerja lebih keras lagi.

Biasanya ayah mereka tidak memiliki upah yang tetap, biasanya hanya mendapatkan upah Rp. 40.000 satu harinya. Itu juga tidak setiap harinya bekerja. Jika ada panggilan bekerja saja baru bapak Rohman bekerja. Meskipun begitu dia tetap semangat dalam bekerja.

Meskipun setiap harinya berjualan jagung, Yosep dan Rendy tidak pernah malu. Mereka tetap berjualan berkeliling meskipun hari sedang panas atau hujan. Mereka tetap bersemangat berjualan untuk membantu orang tua mereka dan untuk membiayai sekolah mereka.

Terkadang Yosep dan Rendy berjualan ditemani dengan teman mereka. Mereka berteriak-teriak sepanjang jalan menjajakan dagangan mereka dan menawarkan dagangannya ke setiap orang-orang yang mereka temui. Meskipun lelah, tetapi mereka masih tetap bersemangat, tertawa, dan selalu gembira

Randy dan Yosep memiliki hobby yang sama, yaitu sama-sama gemar bermain sepak bola, seperti pada anak-anak seusia mereka. Randy yang saat ini sudah mulai akan masuk ke SMP, dia sangat ingin bisa bersekolah di SMP Al-Misbah, Desa Cipadung. Sedangkan Yosep bercita-cita ingin sekali bisa menjadi seorang tentara. Semoga saja suatu saat nanti cita-cita mereka dapat terkabulkan. 

Related Post



Posting Komentar