Nasi goreng arang makanan murah meriah

Ilmu komunikasi jurnalistik, penulisan feature

Nasi  goreng memang merupakan makanan yang biasa bagi semua orang. Hampir di setiap tempat kita dapat menemukan penjual nasi goreng. Namun, tidak sama seperti nasi goreng yang satu ini, “Nasi Goreng Arang”. Nah, jika anda salah satu pecinta nasi goreng, anda harus mencoba nasi goreng ini.

Nasi goreng ini tempatnya sangat sederhana, disekitaran jalan Asia Afrika, tepatnya di belakang Hotel Homan, Bandung. Tidak ada biaya sewa, hanya membayar biaya distribusi kepada RT/RW setiap bulannya. Pemilik dan penjual dari nasi goreng ini adalah Bapak selamet dan istrinya.  Ide pembuatan nasi goreng ini berasal dai Bapak Slamet ini sendiri. Dia sudah berjualan nasi  goreng arang ini sejak tahun 1978. Dia merupakan seorang perantau dari tegal.

Pertama kali berjualan pada tahun 90-an, menjajakan nasi goreng dengan cara berkeliling selama 4 tahun. Mulai dari sekitaran jalan Jawa, jalan Aceh, jalan Riau, jalan Banda, Jalan Lombok, serta komplek ABRI. Namun sekarang sudah menetap berjualan di sekitar jalan Asia Afrika. Dahulunya seporsi nasi goreng arang ini hanya dijual seharga Rp 500.

Nasi goreng arang ini buka setiap harinya dari sekitar pukul 6 sore (dari maghrib) sampai pukul 1 dini hari. Nasi goreng arang ini diolah seperti layaknya nasi goreng biasa. Namun, cara memasak dan citarasanya yang berbeda. Tidak hanya nasi goreng arang saja yang dijual di sini, ada beberapa makanan lain seperti capcay, mie goreng, kwetiau, dan nasi mawut ( nasi campur mie). Tidak hanya enak, harganya juga terjangkau, mulai dari Rp 8.000 sampai dengan Rp 13.000 saja.

Meskipun hanya berjualan di pinggir jalan atau yang biasa disebut kaki lima, namun banyak pembeli yang datang ke tempat ini, mulai dari kalangan bawah sampai ke kalangan atas. Sampai saat ini peminat dari nasi goreng arang ini semakin banyak. Apabila pembeli ramai, nasi goreng arang ini bisa habis sampai 100 piring, namun apabila sepi hanya terjual sekitar 50 piring saja setiap harinya.

Nasi goreng arang ini tidak memiliki cabang. Banyak pelanggan yang meminta kepada Bapak Slamet untuk membuka cabang nasi goreng ini, dan banyak pula yang memberikan tempat. Namun sampai saat ini Bapak Slamet masih belum menemukan orang yang dapat dipercaya untuk mengelola cabang nasi goreng arang tersebut.

Andrian salah satu pelanggan yang tinggal di daerah Kopo rela datang jauh-jauh hanya untuk membeli seporsi nasi goreng arang ini. Dia sudah berlangganan nasi goreng arang ini selama 6 tahun. “Nasi goreng arang ini enak dan beda dari nasi goreng yang lain. Memiliki ciri khas. Cara memasaknya juga cukup menghibur, nasi dilempar ke wajan. Harganya terjangkau sehingga dapat dibeli oleh semua kalangan. Mengenai rasa, tidak kalah dengan nasi goreng yang ada di restoran-restoran”.

Nah, jika anda tertarik dan ingin mencoba nasi goreng arang ini, anda hanya perlu datang ke sekitaran Jalan Asia Afrika. Dan hanya cukup mengeluarkan duit Rp 8.000 saja.

Related Post



Posting Komentar