Jalan rusak menjadi penghambat pemasaran teh

Ilmu komunikasi jurnalistik, penulisan berita


BANDUNG - PTPN VIII Perkebunan Sukawarna, merupakan sebuah perkebunan teh yang sudah lama memproduksi teh dari perkebunan sekitar. Meski demikian, perkebunan ini masih belum dapat berkembang dengan luas dikarenakan adanya sebuah hambatan, yaitu jalan rusak.

Jalan yang rusak ini dinilai warga sekitar sangat menghambat pemasaran dari produksi teh tersebut. Karena pada dasarnya, kerusakan jalan tersebut dianggap hanya sebuah masalah sepele oleh pihak perkebunan teh. Sedangkan bagi warga sekitar, jalan tersebut merupakan hal yang sangat berpegaruh bagi pemasaran teh tersebut.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan persoalan kami, agar tidak menghambat produksi teh, sehingga produksinya dapat lebih meluas. Untuk saat ini, salah satu yang menjadi hambatan terbesar adalah kondisi jalan yang rusak,” kata Umar, salah seorang warga yang juga selaku penanggungjawab sekitar perkebunan teh.

Selanjutnya Umar menjelaskan, jika pemerintah menangani persoalan tersebut, bukan hanya perkebunan teh yang merasa diuntungkan, tetapi manfaatnya juga akan dirasakan pada masyarakat sekitar. Karena jalan tersebut merupakan sarana transportasi satu-satunya dalam kehidupan sehari-hari. “Masyarakat sekitar sangat mengharapkan adanya perbaikan jalan. Hal ini untuk melancarkan perjalanan mereka dalam mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup,” ujar Umar, Kamis (15/11).

Ditemui di tempat yang berbeda, Muklis salah seorang pegawai perkebunan teh menjelaskan, “Jalan bukan hambatan. Karena dengan keadaan jalan tersebut, kita semua masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Jangan menjadikan jalan sebagai suatu alasan. Pada dasarnya, kita masih bisa menjalani hidup sehari-hari walaupun dengan kondisi jalan yang demikian.”

Related Post



Posting Komentar